Setelah beberapa kali saya membahas tentang belajar bisnis online, mendapatkan uang dari blog dan melakukan pemasaran melalui internet, kali ini saya ingin juga berbagi tentang bagaimana mengatur dan mempengaruhi Boss anda. Jika anda adalah seorang manager atau pemimpin di sebuah organisasi, jelas banyak peran yang perlu dilakukan agar mampu mengurus tim anda secara efektif, bertanggung jawab atas perkembangan dan kesejahteraan mereka agar kinerja mereka mencapai hasil yang diharapkan.
Untuk mencapai semua ini tentu saja harus dimulai dengan mengelola diri sendiri. Seorang pemimpin yang efektif adalah pemimpin yang mampu mengurus dirinya sendiri, waktu, fokus dan mampu mengendalikan emosi. Tetapi jika anda berada pihak manajemen media, apakah anda juga pernah berfikir untuk bisa mengatur boss anda?
Kalo hanya anda bekerja dengan baik, anda menjalankan tugas sesuai yang di perintahkan, tidak akan membantu banyak ketika ada semacam promisi tahunan atau bonus tahunan atau promosi jabatan yang mungkin timbul karena boss anda menganggap bahwa anda seorang yang biasa-biasa saja.
Jika atasan anda tidak tahu apa yang anda lakukan, kemungkinannya bahwa anda akan berjalan di tempat alis begitu-begitu saja dan akhirnya anda terlupakan. Inilah yang ingin saya sampaikan pada anda bahwa anda perlu membangun sebuah hubungan dengan boss anda.
Mengatur hubungan dengan bos anda tidak berbeda untuk mengatur staf anda. Semua itu perlu dilakukan bagaimana cara anda berkomunikasi dengan mereka. Ingat, bahwa memulai kalau anda memulai sebuah dialog ini berarti bahwa anda mengendalikan dialog tersebut dan di situlah terjadi sebuah komunikasi.
Hal ini menunjukkan bahwa anda mengambil bunga, dan digabungkan dengan mempraktekkan keterampilan pendengar aktif, yang membuat orang lain merasa penting, dihormati dan menarik. Jika anda dapat membuat seseorang merasa seperti itu, anda akan selalu diingat untuk itu.
Biasanya boss anda akan datang menanyakan beberapa pertanyaan untuk mencari tahu apa yang terjadi dan untuk memastikan bahwa anda kompeten. Pastikan anda selalu siap untuk menjawab pertanyaan mereka sehingga anda dapat memberikan yang terbaik jawaban terbaik dari setiap pertanyaan secara langsung dengan penuh keyakinan.
Beberapa boss sudah berpengalaman di bidang bisnis selama bertahun-tahun dan soal manajemen merupakan sebuah kebiasaan yang sudah melekat di kehidupan mereka sehari-hari. Jadi tidak heran bila suatu saat boss anda memberikan semacan test kepada anda untuk mengetahui bagaimana anda bisa menangani masalah tersebut. Begitulah bagi bebeapa boss yang memiliki cara tersendiri berdasarkan pengalaman mereka yang sebagai sistem yang berjalan dengan baik.
Kadang tidak semua pandangan boss sesuai dengan apa yang kita inginkan. Anda tidak perlu memandang hal tersebut sesuatu yang tidak relevan. Anda perlu mendiskusikan kembali dengan boss anda dan berikan alasan serta pandangan yang rasional dengan tenang dan tanpa emosi. Sebaiknya buatlah keritik yang membangun terhada tugas yang anda rasa tidak sreg di hati ketimbang menyangkal dan menganggap tidak benar.
Kalau memang boss anda orang yang keras kepala, mau menang sendiri dan keterlaluan, maka ingat bahwa anda tidak bisa berbuat banyak untuk mengubah perilaku mereka tetapi apa yang dapat anda lakukan adalah mengatur sendiri. Anda perlu juga belajar bagaimana mencari kawan dan memengaruhi orang lain yang perpikiran negatif.
Ini merupakan sebuah tanggung jawab terhadap pribadi anda sendiri bagaimana melihat atasan sebagai mitra daripada musuh. Anda semua dalam bisnis yang sama, bekerja untuk perusahaan yang sama, ke arah tujuan yang sama.
Get Inspired - Get Motivated - Share the Real Thought! Discover and Explore FREE STUFFS here! Unlimited...
Showing posts with label Pekerjaan dan Karir. Show all posts
Showing posts with label Pekerjaan dan Karir. Show all posts
Apakah Motivasi Karyawan Selalu Dengan Uang?
Adakah cara lain yang bisa memberikan motivasi kepada pegawai atau karyawan untuk tetap bekerja secara konsisten selain dengan uang [naik gaji]? Kalau soal memberikan kenaikan gaji, mungkin bisa saya di lakukan, tapi bagi kebanyakan perusahaan dan pemiliknya menginginkan pengeluaran ditekan seminimal mungkin. Bahkan ada pemilik perusahan yang kalo bisa nggak mo keluar modal? Pengusaha serakah namanya. Memang, prinsip ekonomi, kita dianjurkan untuk mengeluarkan biaya sekecil-kecilnya dan mendapatkan sebesar-besarnya. Tapi kalau kemudian tidak memperhatikan kesejahteraan karyawan, akibatnya bisa fatal.
Bukankah karyawan yang bermasalah dengan kesejahteraan [sitem penggajian] akan mempengaruhi kinerja mereka. Tentu saja iya. Kalau sudah demikian, akan juga memperngaruhi hasil kerja, dalam hal ini produk yang nantinya akan sampai ke tangan pelanggan. Apa jadinya kalau pelanggan kemudian mendapatkan kualiti produk menurun? Bagus kalau pelanggan tersebut datang dan memberikan complain atau feedback terhadap poroduk kita, kemungkinan masih ada waktu untuk memperbaikinya kembali, kalau pelanggan tersebut diam-diam beralih ke pruduk lain?
Bagi anda yang berada di pososi ini, bagi yang belum menyadari akan dampak dari tidak mensejahterakan karyawan, ada baiknya untuk mendiskusikan hal tersebut agar kinerja perusahan mencapai hasil yang diinginkan. Misalnya menawarkan sebuah sistem dimana selain gaji pokok, juga menggunakan sistem bagi hasil atau presentase. Sistem ini akan sangat efektif bukan hanya untuk karyawan tapi juga untuk perusahaan itu sendiri. Dengan mengunakan sistem bagi hasil ini, karyawan mempunyai tanggung jawab lebih karena merekapun berkepentingan untuk mendapatkan lebih banyak pendapatan bulannya.
Ada juga cara lain untuk memotivasi karyawan yaitu dengan cara melakukan pendekatan-pendekatan secara kekeluargaan dimana karyawan diperlakukan layaknya seperti keluarga sendiri. Karyawan akan sangat merasa dihargai dan diakui terhadap hasil kinerja merwka. Boleh juga sekeli-sekali diberi penghargaan dengan uang apabila meraka mencapai atau telah melakukan pekerjaan yang sangat baik. Menerapkan sitem manajemen terbuka akan memberikan lebih banyak keuntungan kedua belah pihak. Di beberapa tempat, bahkan ada karyawan yang dapat bekerja bertahun hanya
karena pedekatan semacam itu.
Uang memang bukan segalanya tapi semuanya perlu uang. Apalagi jaman sakarang, bentar-bentar uang, bentar-bentar uang. Tapi kalo ada cara lain untuk memotivasi karyawan, tidak ada salahnya, terutama bagi perusahaan yang sedang mengalami kesulitan keuangan...
Bukankah karyawan yang bermasalah dengan kesejahteraan [sitem penggajian] akan mempengaruhi kinerja mereka. Tentu saja iya. Kalau sudah demikian, akan juga memperngaruhi hasil kerja, dalam hal ini produk yang nantinya akan sampai ke tangan pelanggan. Apa jadinya kalau pelanggan kemudian mendapatkan kualiti produk menurun? Bagus kalau pelanggan tersebut datang dan memberikan complain atau feedback terhadap poroduk kita, kemungkinan masih ada waktu untuk memperbaikinya kembali, kalau pelanggan tersebut diam-diam beralih ke pruduk lain?
Bagi anda yang berada di pososi ini, bagi yang belum menyadari akan dampak dari tidak mensejahterakan karyawan, ada baiknya untuk mendiskusikan hal tersebut agar kinerja perusahan mencapai hasil yang diinginkan. Misalnya menawarkan sebuah sistem dimana selain gaji pokok, juga menggunakan sistem bagi hasil atau presentase. Sistem ini akan sangat efektif bukan hanya untuk karyawan tapi juga untuk perusahaan itu sendiri. Dengan mengunakan sistem bagi hasil ini, karyawan mempunyai tanggung jawab lebih karena merekapun berkepentingan untuk mendapatkan lebih banyak pendapatan bulannya.
Ada juga cara lain untuk memotivasi karyawan yaitu dengan cara melakukan pendekatan-pendekatan secara kekeluargaan dimana karyawan diperlakukan layaknya seperti keluarga sendiri. Karyawan akan sangat merasa dihargai dan diakui terhadap hasil kinerja merwka. Boleh juga sekeli-sekali diberi penghargaan dengan uang apabila meraka mencapai atau telah melakukan pekerjaan yang sangat baik. Menerapkan sitem manajemen terbuka akan memberikan lebih banyak keuntungan kedua belah pihak. Di beberapa tempat, bahkan ada karyawan yang dapat bekerja bertahun hanya
karena pedekatan semacam itu.
Uang memang bukan segalanya tapi semuanya perlu uang. Apalagi jaman sakarang, bentar-bentar uang, bentar-bentar uang. Tapi kalo ada cara lain untuk memotivasi karyawan, tidak ada salahnya, terutama bagi perusahaan yang sedang mengalami kesulitan keuangan...
Bekerja Dengan Oposan...
Dapatkah anda bekerja dengan orang yang tidak anda sukai? Atau bekerja dengan orang bertindak sebagai oposisi dan selalu mengeritik kinerja anda? Bagi kebanyakan orang, hal ini sangat sulit dan tidak mungkin untuk di lakukan karena itu hanya akan menjadi penghalang kreativitas dan produktivitas. Bekerja dengan gaya oposit seperti ini bisa menjadikan orang lebih bersemangat dalam bekerja atau malah bisa bikin stress dan frustasi.
Tapi bagi sebagian orang, bekerja dengan orang-orang yang bersifat oposit, merupakan sebuah tantangan untuk menguji kesabaran dan keperibadian bahwa sebenarnya tidak ada orang yang sempurna. Disamping itu anda juga bisa belajar mengetahui bagaimana melihat hal dari sudut yang berbeda. Beberapa kemungkinan dan keuntungan bekerja dengan orang yang berkarakter seperti ini antara lain dapat meningkatkan produktivitas.
Berikut adalah kutipan dari beberapa sumber untuk dapat membantu mendapatkan hubungan bisnis yang baik dan tetap memberikan keuntungan bagi perusahaan dan juga pada diri anda sendiri:
1. Tulis deskripsi tentang tugas anda. Hal ini akan memudahkan anda untuk berkosentrasi dengan apa yang menjadi kewajiban anda dan melakukannya dengan baik.
2. Respek terhadap atasan anda. Kadang bertanya mengapa saya harus melakukan ini akan menbuat atasan anda sedikit bertanya, ada apa dengan orang ini. Tanya atasan anda, apa yang bisa saya bantu? mpai anda mengerti mengapa anda harus melakukan itu.
3. Bekerja sesuai kemampuan anda. Kalo anda ingin membantu atasan anda dengan proyek tertentu, sebaiknya melakukan bidang yang anda kuasai. Melakukan sesuatu yang kurang anda kuasai, kinerja anda jadi tidak optimal
4. Bersikap flexible. Jangan ngotot atau suka berdebat. Orang yang mempunyai sikap ini biasanya tidak mempunyai banyak teman, Orang tipe ini boleh di bilang egois. Berikan pengakuan dan pujian kepada orang yang telah melakukan tugas dengan baik atau berbuat baik.
5. Menawarkan bantuan. Ini hal yang sangat dan perlu dilakukan. Anda tidak akan pernah di bantu orang apabila sedang dalam kesulitan. Kerja sama datang dari anda sendiri dan ini akan menciptakan hubungan yang lebih baik karena mereka mengetahui anda.
6. Konsisten dan fokus terhadap pekerjaan anda. Biarkan mereka melihat bahwa anda fokus dan serius pada pekerjaan anda. Konsultasi dengan atasan anda, minta tanggapan tentang kinerja anda dan hubungan dengan orang-orang di sekeliling anda.
Dari beberapa metoda di atas, mungkin ada yang bisa anda gunakan untuk menghadapi situasi seperti ini. Jika poin di atas tidak berguna bagi anda, mungkin sebaiknya pindah ke deprtemen lian atau cari pekerjaan baru.
Tapi bagi sebagian orang, bekerja dengan orang-orang yang bersifat oposit, merupakan sebuah tantangan untuk menguji kesabaran dan keperibadian bahwa sebenarnya tidak ada orang yang sempurna. Disamping itu anda juga bisa belajar mengetahui bagaimana melihat hal dari sudut yang berbeda. Beberapa kemungkinan dan keuntungan bekerja dengan orang yang berkarakter seperti ini antara lain dapat meningkatkan produktivitas.
Berikut adalah kutipan dari beberapa sumber untuk dapat membantu mendapatkan hubungan bisnis yang baik dan tetap memberikan keuntungan bagi perusahaan dan juga pada diri anda sendiri:
1. Tulis deskripsi tentang tugas anda. Hal ini akan memudahkan anda untuk berkosentrasi dengan apa yang menjadi kewajiban anda dan melakukannya dengan baik.
2. Respek terhadap atasan anda. Kadang bertanya mengapa saya harus melakukan ini akan menbuat atasan anda sedikit bertanya, ada apa dengan orang ini. Tanya atasan anda, apa yang bisa saya bantu? mpai anda mengerti mengapa anda harus melakukan itu.
3. Bekerja sesuai kemampuan anda. Kalo anda ingin membantu atasan anda dengan proyek tertentu, sebaiknya melakukan bidang yang anda kuasai. Melakukan sesuatu yang kurang anda kuasai, kinerja anda jadi tidak optimal
4. Bersikap flexible. Jangan ngotot atau suka berdebat. Orang yang mempunyai sikap ini biasanya tidak mempunyai banyak teman, Orang tipe ini boleh di bilang egois. Berikan pengakuan dan pujian kepada orang yang telah melakukan tugas dengan baik atau berbuat baik.
5. Menawarkan bantuan. Ini hal yang sangat dan perlu dilakukan. Anda tidak akan pernah di bantu orang apabila sedang dalam kesulitan. Kerja sama datang dari anda sendiri dan ini akan menciptakan hubungan yang lebih baik karena mereka mengetahui anda.
6. Konsisten dan fokus terhadap pekerjaan anda. Biarkan mereka melihat bahwa anda fokus dan serius pada pekerjaan anda. Konsultasi dengan atasan anda, minta tanggapan tentang kinerja anda dan hubungan dengan orang-orang di sekeliling anda.
Dari beberapa metoda di atas, mungkin ada yang bisa anda gunakan untuk menghadapi situasi seperti ini. Jika poin di atas tidak berguna bagi anda, mungkin sebaiknya pindah ke deprtemen lian atau cari pekerjaan baru.
7 Tips Bagaimana Bekerja Secara Efisien
Kadang kita merasa seperti terlalu banyak pekerjaan yang tidak bisa terselesaikan pada waktunya padahal merupakan tugas rutin harian. Ini disebabkan karena terkadang kita kurang bisa mengatur waktu untuk bekerja secara efisien. Ada saja hal yang bisa menimbulkan pekerjaan kita jadi tertunda dan kurang teroganisasir. Kalo kita berada pada situasi semacam ini, ada baiknya untuk melihat beberapa poin yang mungkin bisa kita praktekan agar kinerja kita bisa kebih efektif dan efisien.
1. Tulis daftar tugas harian anda. Dengan menulis daftar tugas yang ingin anda lakukan, akan memungkinkan anda melakukannya. Berbeda sekali dengan apabila kita tidak mempunyai list, agak sulit untuk bisa mncapai target.
2. Memilih prioritas e-mail yang ingin anda baca. Belajar untuk memilah-milah e-mail, bukan hanya spam saja tapi email yang anda andggap tidak perlu. Buat prioritas untuk membaca email yang anda anggap paling penting.
3. Usahakan tidak meng-check email pribadi anda pagi hari. Kadang anda tidak sadar ketika membaca cerita lelucon yang menarik, artikel dan video yang dikirim oleh teman-teman anda ... sampai anda sadar bahwa anda telah menghabiskan waktu berjam-jam. Saat yang paling tepat adalah ketika istirahat (makan siang) dan dengan cara ini anda juga dapat bersantai sedikit. Untuk membalas email2, dilakukan setelah itu.
4. Hindari web searching ke situs yang tidak penting. Mereka hanya akan membuat anda kehilangan waktu berharga anda. Di banyak perusahaan, layanan IT untuk membatasi akses web di gunakan jika anda biasa mengunjungi ke web-web seperti itu.
5. Membatasi durasi panggilan telepon pribadi di tempat kerja. Anda boleh menelpon atau memerima telfon untuk hal yang dianggap penting dari teman atau keluarga anda. Hanya sekadar memberitahukan teman jam berapa anda meninggalkan rumah untuk bekerja kemarin, hal itu tidak terlalu penting.
6. Sediakan selalu air minum di meja kerja. Jika setiap 30 menit Anda pergi mengambil air minum, ketika bertemu rekan yang lain, anda bisa mulai dengan kebiasaan “ngrumpi” dan ini merupakan tidak sesui dengan efisiensi waktu.
7. Hindari melakukan pekerjaan monoton. Anda kadang merasa bosan ketika melakukan tugas terlalu lama. Bekerja selama satu jam pada tugas tertentu, kemudian lanjutkan dengan yang lain, terutama jika perkerjaan tersebut tidak mendesak untuk di selesaikan.
Semoga bermanfaat…
1. Tulis daftar tugas harian anda. Dengan menulis daftar tugas yang ingin anda lakukan, akan memungkinkan anda melakukannya. Berbeda sekali dengan apabila kita tidak mempunyai list, agak sulit untuk bisa mncapai target.
2. Memilih prioritas e-mail yang ingin anda baca. Belajar untuk memilah-milah e-mail, bukan hanya spam saja tapi email yang anda andggap tidak perlu. Buat prioritas untuk membaca email yang anda anggap paling penting.
3. Usahakan tidak meng-check email pribadi anda pagi hari. Kadang anda tidak sadar ketika membaca cerita lelucon yang menarik, artikel dan video yang dikirim oleh teman-teman anda ... sampai anda sadar bahwa anda telah menghabiskan waktu berjam-jam. Saat yang paling tepat adalah ketika istirahat (makan siang) dan dengan cara ini anda juga dapat bersantai sedikit. Untuk membalas email2, dilakukan setelah itu.
4. Hindari web searching ke situs yang tidak penting. Mereka hanya akan membuat anda kehilangan waktu berharga anda. Di banyak perusahaan, layanan IT untuk membatasi akses web di gunakan jika anda biasa mengunjungi ke web-web seperti itu.
5. Membatasi durasi panggilan telepon pribadi di tempat kerja. Anda boleh menelpon atau memerima telfon untuk hal yang dianggap penting dari teman atau keluarga anda. Hanya sekadar memberitahukan teman jam berapa anda meninggalkan rumah untuk bekerja kemarin, hal itu tidak terlalu penting.
6. Sediakan selalu air minum di meja kerja. Jika setiap 30 menit Anda pergi mengambil air minum, ketika bertemu rekan yang lain, anda bisa mulai dengan kebiasaan “ngrumpi” dan ini merupakan tidak sesui dengan efisiensi waktu.
7. Hindari melakukan pekerjaan monoton. Anda kadang merasa bosan ketika melakukan tugas terlalu lama. Bekerja selama satu jam pada tugas tertentu, kemudian lanjutkan dengan yang lain, terutama jika perkerjaan tersebut tidak mendesak untuk di selesaikan.
Semoga bermanfaat…
Tip Wawancara Untuk Pencari Kerja
Interview atau wawancara (postingan ini membahas tentang interview pekerjaan atau kanaikan jabatan) adalah sebuah proses jual beli kemampuan dan keahlian terhadap apa dan berapa besar yang akan diperoleh. Bagi kamu yang sedang mencari pekerjaan dan sudah menghadiri beberapa interview atau wawancara tapi belum ada hasilnya, coba lakukan bebarapa hal di bawah ini sewaktu melakukan interview. Sukses sebuah interview sangat tergantung pada "Fisrt Impression". Kadang nasib baikpun bisa membawa kamu ke arah kesuksesan sebuah interview. Tapi akan lebih baik suksen interview karena kamu melakukan langkah- langkah manjur di bawah ini.- Berpakain rapi dan sopan, berjalan dengan percaya diri. Merupakan point pertama kamu di nilai oleh pewawancara sebalum melanjutkan ke langkah berikutnya aka kemampuan dan kehlian kamu.
- Lakukan "Eye-Contact". Sewaktu duduk di depan pewawancara, arahkan pandangan mata kamu ke si pewawancara, ini menandakan bahwa kamu menyimak.
- Ajukan beberapa pertanyaan tentang diri pewawancara bila perlu, orang lebih suka bercerita tentang diri mereka sendiri.
- Selalu siap untuk menjawab pertanyaan, jawab dengan singkat dan jelas.
- Gunakan note pad atau catatan kecil, dengan demikian kamu nampak profesional.
- Perlihatkan sikap sopan dan hormat, dan selalu bersikap positif.
- Berikan beberapa ide relevant tentang perusahaan dan posisi yang di lamar.
- Akhiri interview dengan berkesan, orang akan selalu ingat hal pertama dan terakhir.
- Kirim surat ucapan terima kasih. Terlepas kamu mendapatkan pekerjaan atau tidak, hal ini merupakan kesempatan terakhir akan kesan baik kamu untuk mendapatkan pertimbangan di kesempatan mendatang.
Kamu hanya mempunyai satu kesempatan untuk mendapatkan kesan pertama yang
baik. Perhitungkan...
3 Alasan Karyawan Mendapatkan Promosi Jabatan
Tadi pagi ketika saya berada di dalam ruangan kantor seorang staff perempuan (sebetulnya nggak harus perempuan) datang menemui bagian personalia. Dia minta pembatalan kontrak dengan perusahaan yang di tujukan ke bagian perburuhan Singapura. Selengkapnya...
4 Cara Mengatasi Rasa Bosan Di Tempat Kerja
Melakukan aktivitas rutin sehari-hari selama 8 jam di tempat kerja, bukan hal yang selalu menyenangkan. Apalagi kalau mendapati boss yang arogan dan tidak menyenangkan. Selengkapnya...